Home » Info Nasa » Cara Mudah Budidaya Seledri

Cara Mudah Budidaya Seledri

seledri-depotnasa

Seledri (Apium graveolens L.) sudah sejak lama dikenal masyarakat Indonesia. Tanaman Seledri dikenal sebagai sayuran bumbu (penyedap rasa). Seledri juga bisa dimanfaatkan sebagai obat, penyembuh demam dan darah tinggi, serta sebagai penyubur rambut.

Di Indonesia tanaman seledri yang banyak dikenal ada dua varietas, yaitu seledri potong dan seledri daun. Seledri daun merupakan jenis yang paling banyak dibudidayakan oleh petani. Varietas ini mempunyai beberapa ciri, yaitu tanamannya pendek, daunnya banyak, dan juga anakannya cukup banyak.  Berikut ini cara mudah menanam Seledri

1. Teknik Budidaya

Tanaman Seledri dapat ditanam di dataran rendah maupun di dataran tinggi. Akan tetapi, agar mencapai hasil optimal penanaman sebaiknya dilakukan pada ketinggian antara 1.000 – 1.200 m di atas permukaan laut.

 

2. Teknik Persemaian

Tanaman seledri sebelum ditanam perlu disemai terlebih dahulu. Caranya adalah sebagai berikut:

Siapkan bedengan dengan lebar antara 80-100 cm dan panjang sesuai kebutuhan. Tanah diolah dan dicampur pupuk kandang. Pengolahan lahan dapat dilakukan bersamaan dengan waktu semai.
Setelah tanah bedengan dirapikan, benih seledri ditabur secara merata supaya pertumbuhannya seragam.
Kemudian ditutup memakai campuran tanah, pupuk kandang, serta serbuk gergaji atau sekam dengan perbandingan 1:1:1. Setelah itu, disiram dan ditutup memakai karung agar tanah menjadi lembap dan merangsang perkecambahan.
Setelah kurang lebih 10 hari tanaman akan tumbuh, penutup diambil dan untuk mengurangi terik panas matahari, dibuatkan naungan. Seperti persemaian lainnya perlu dilakukan penyiraman setiap pagi dan sore hari. Setelah berumur 45-50 hari, bibit siap ditanam.

3. Penanaman

Untuk memudahkan pemeliharaan Anda bisa membuat parit-parit keliling untuk pengairan. Tanaman Seledri biasanya membutuhkan air banyak jika musim kemarau. Jarak tanam 25×25 cm2 atau 30×30 cm2 dengan dua atau tiga tanaman per lubang.

4. Pemupukan

Untuk pemupukan dalam satu musim tanam bisa dilakukan antara dua sampai tiga kali.

Pemupukan pertama dilakukan saat tanaman berumur 10-15 hari setelah tanam dengan dosis ZA= 100 kg/ha, Urea= 50 kg/ha, dan KCl= 100 kg/ha.
Pemupukan kedua dilakukan saat tanaman berumur > 30 hari setelah tanam dengan dosis ZA= 100 kg/ha dan Urea= 50 kg/ha.
Pemupukan ketiga dilakukan saat tanaman berumur > 45 hari setelah tanam dengan dosis ZA= 100 kg/ha. Pemupukan ini jarang dilakukan kecuali jika tanaman dirasa kurang subur.
Untuk pemupukan produk organik Nasa nya maka semprotkan POC NASA dan HORMONIK, dengan dosis 3 tutup POC NASA dan 1 tutup HORMONIK per tangki 12 – 15 liter air. Semprotkan 3x dalam 1 musim.

5. Pemeliharaan

Untuk memperoleh hasil yang optimal pengairan perlu dilakukan secara terus-menerus, terutama saat tanam di musim kemarau. Pada saat musim kemarau, penyiraman dilakukan setiap 10 hari sekali. Selain pengairan, penyiangan juga perlu dilaksanakan setiap 15 hari sekali.

 

6. Pengendalian Hama dan Penyakit

Pada seledri hama utama adalah wereng biasa disebut oleh petani, Aro. Hama ini berbahaya jika dibiarkan. Hama ini menghisap cairan daun sampai kering. Pengendalian hama tersebut adalah memakai agens hayati NASA yaitu Natural BVR untuk mencegah dan mengendalikan wereng. Dosis penyemprotan : 1 kotak BVR dicampur 3 tangki semprot untuk per 1000 meter persegi, disemprotkan saat seledri berdaun tiga.

Penyakit utama pada tanaman seledri adalah penyakit cacar coklat kuning dan sejenis cendawan. Penyakit ini dapat dikendalikan dengan memakai CORRIN.

 

7. Pemanenan

Tanaman Seledri daun di panen setelah berumur 45-60 hari. Cara memanennya yaitu dengan mencabut tanaman sampai akarnya, kemudian dicuci hingga bersih. Selanjutnya ditali dan siap dibawa ke pasar untuk dijual.

Jika sudah membaca tahapan menanam seledri di atas, kini Anda bisa mempraktekkannya. Selamat mencoba.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *