Home » Info Nasa » Mengatasi Sapi Kembung…..?

Mengatasi Sapi Kembung…..?

Penyakit yang sering menyerang ruminansia salah satunya adalah penyakit kembung (bloat). Kembung terlihat seperti masalah sepele, tetapi jika tidak tertangani dengan segera dampaknya akan fatal dan berakibat kematian. Kembung sebenarnya tidak terlalu berbahaya, tetapi efek samping yang ditimbulkan yang menjadi masalah karena akan mempengaruhi kinerja organ lain. Contoh : Sapi kembung akan menekan atau mendorong jantung atau paru-paru sehingga tidak dapat bekerja normal.

Kembung disebut juga Bloat atau Timpani yang merupakan suatu kondisi mengembangnya rumen akibat terisi oleh gas yang berlebihan. Pencernaan pakan pada ternak ruminansia seperti kambing, domba, sapi, kerbau sebenarnya dilakukan oleh mikroorganisme yang secara alamiah ada di dalam perut yang bertugas melakukan pencernaan awal terhadap bahan makanan dan terutama protein. Majak etal. (2003) menjelaskan bahwa proses pencernaan protein oleh mikroorganisme ini akan menghasilkan berbagai enzim dan asam amino yang dapat diserap oleh dinding usus ternak. Tanpa adanya mikroorganisme ini dapat dipastikan proses pencernaan makanan di dalam perut ternak tidak akan dapat terjadi. Proses pencernaan pakan oleh mikroba juga mengeluarkan eksreksi lain berupa gas yang sebagian besar adalah karbondioksida (CO2) dan metana (CH4). Penyakit Kembung atau bloat dipicu oleh kegagalan ternak dalam mengeluarkan produk berupa gas yang berasal dari proses pencernaan di dalam lambung.

Gejala klinis kembung menurut Hayati dan Pita (2013) yakni  :

  1. Membesarnya perut bagian kiri dan bila dipegang cukup keras, bila ditepuk akan terasaudara dan berbunyi seperti tong kosong
  2. Ternak sulit bernafas atau bernafas menggunakan mulut
  3. Hidung kering
  4. Nafsu makan menurun atau tidak makan sama sekali
  5. Ternak merasa tidak nyaman, menghentakkan kaki atau berusaha mengais-ais perutnya
  6. Sering mengejan dan kencing
  7. Tidak dapat berdiri dan bisa mengakibatkan kematian.

      Kembung atau bloat pada ternak disebabkan oleh  :

  • Pakan terlalu muda sehingga mengandung banyak air
  • Terlalu banyak memberikan leguminosa, dimanaleguminosa mengandung banyak gas methane (contoh: kaliandra, lamtoro/prtaichina)
  • Terlalu banyak konsentrat yang mengandung pati
  • Setiap makanan bisa menyebabkan bloat jika hewan tidak bisa bersendawa gas karena menyumbat kerongkongan/oesophagus oleh makanan, buih/benda asing (Majak etal., 2003; Salasa, 2010; Hayati dan Pita,2013

    Hal-hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kembung pada sapi yakni  :

  1. Tidak memberikan pakan hijauan atau leguminosa segar apalagi yang berusia muda dipagi hari.
  2. Pemberian pakan ini sebaiknya telah dilayukan terlebih dahulu selama kurang lebih 3 jam untuk menurunkan kandungan airnya.
  3. Tidak melepaskan sapi ke padang penggembalaan pada pagi hari apalagi dalam keadaan perut kosong. Sebaiknya diberikan rumput layu atau kering terlebih dahulu sebelum diumbar untuk meredakan nafsu makan, atau menunggu hingga pukul 10 pagi saatmatahari mulai naik dan embun sudah menguap. Hal ini juga sebaiknya diperhatikan saat padang gembala basah oleh hujan. Saat musim hujan sebaiknya dipastikan memberikan rumput kering atau layu terlebih dahulu sebelum mengumbar.
  4. Bila terlihat gejala sebaiknya tidak langsung memisahkannya karena kembung biasanya dapatsembuh dengan sendirinya. Jika gejala terus berlanjut segera lakukan penanganan.
  5. Memberikan hijauan dalam bentuk yang tidak terlalu halus untuk memperlambat kerjamikroorganisme rumen.
  6. Memberikan probiotik pada ternak yang mengalami kembung untuk memperbaiki fungsi rumen (Hayati dan Pita, 2013)

     Cara mengobati kembung pada ternak menurut Salasa(2010) dan Hayati dan Pita (2013) adalah sebagai berikut :

  • Mengganti rumput segar dengan rumput kering atau yang telah dilayukan untuk kasus kembung yang ringan. Selain itu mengajak ternak berjalan-jalan juga dapat membantu mengeluarkan gas dalam lambung. Menempatkan ternak dengan posisi bagian depan lebih tinggi daripada bagian belakangnya dapat pula membantu mengeluarkan gas dalam rumen.
  • Anti foam atau anti busa dapat diberikan untuk kasus kembung yang bersifat busa. Secara tradisional dapat diberikan minyak sayur atau minyak goreng dengan dosis 150-300 mlper ekor. Selain itu dapat pula diberikan 1 liter susu murni untuk membuyarkan busa.Obat anti foam yang modern dapat dibeli di toko obat hewan dalam berbagai merk.
  • Kembung yang disebabkan oleh gas bebas dapat dengan cepat dikeluarkan menggunakan stomach tube atau sonde lambung yang dimasukkan melalui esophagus dan dapatdikerjakan oleh dokter hewan maupun paramedis. Peternak bisa melakukannya sendiridengan terlebih dahulu belajar untuk menghindari kesalahan dalam aplikasinya. Sondelambung ini dapat berupa selang berukuran diameter ¾ atau 1 sepanjang 2-3 meter yang dilumuri minyak goreng terlebih dahulu sebelum digunakan
  • Apabila sapi tidak bisa berdiri sebaiknya dilakukan pelubangan pada perut sapi denganmenggunakan trokar yang ditusukkan ke bagian perut kiri atas di belakang rusuk. Bila tidak memiliki alat ini dapat menggunakan jarum suntik yang besar dengan menusukkan sekitar 2,5 cm. Setelah ditusuk, diharapkan gas dapat keluar melaluinya. Cara ini merupakan cara terakhir yang dilakukan karena memiliki resiko yang besar hingga kematian bila tidak ditangani dengan baik. Setelah melubangi rumen, dilakukan pemberian antibiotik dan penjahitan untuk menutup kembali luka yang telah dibuat untuk menghindari terjadinya infeksi.

Konsultasikan dengan dokter atau petugas medis jika dirasa tidak dapat mengatasi sendiri

 

UNTUK MEMBANTU PROSES PEMULIHAN SAPI YANG KEMBUNG, GUNAKAN VITERNA SETIAP HARI PADA PEMBERIAN PAKAN PAGI DAN SORE, 1 TUTUP BOTOL VITERNA PER EKOR PERHARI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *