Home » Info Nasa » Penyakit Pada Tananaman Tomat

Penyakit Pada Tananaman Tomat

Pengendalian penyakit merupakan salah satu faktor penting dalam usaha budidaya tanaman tomat. Serangan hama dan penyakit bisa menurunkan produktivitas panen atau bahkan menyebabkan kematian tanaman. Pengendalian yang tepat menolong kita untuk mendapatkan hasil panen yang optimal.

Berikut ini beberapa penyakit yang sering dijumpai dalam budidaya tanaman tomat di Indonesia.

1. Layu Fusarium

Penyakit ini disebabkan oleh serangan jamur  Fusarium Oxysporum. Jamur ini awalnya menyerang dari akar kemudian berkembang melalui jaringan pembuluh. Tanaman tomat yang terkena penyakit ini akan berubah menjadi layu dan mati. Jaringan pembuluh yang terserang berwarna coklat dan menghambat aliran air dari akar ke daun, sehingga daun dan batang atas menjadi layu.

Pada malam hari tanaman masih terlihat segar, begitu ada sinar matahari dan terjadi penguapan tanaman dengan cepat menjadi layu. Pada sore harinya, bias kembali menjadi segar dan keesokan harinya akan layu kembali hingga pada akhirnya mati.

Untuk menghindari serangan penyakit ini gunakan benih yang resisten. Penggunaan mulsa plastik juga bias menekan perkembangan jamur di dalam tanah. Hindari budidaya tanaman tomat pada bekas lahan yang pernah terserang jamur ini. Berikan jeda yang cukup lama hingga bias kembali ditanami tomat.

Untuk membantu mencegah makin berkembang jamur ini maka upayakan pH tanah diatas  dengan menambahkan dolomit di seputaran batang. Dan akan lebih kuat lagi adalah dengan menaburkan GLIO setelah dolomit. Hal ini untuk menjaga tanaman dari serangan Jamur yang menyebabkan Layu Fusarium.

2. Busuk daun

Penyakit busuk daun disebabkan oleh jamur PhytophthoraInfestans. Penyakit ini biasanya menyerang tanaman tomat di daerah dataran tinggi. Gejalanya adalah terdapat bercak coklat hingga hitam. Awalnya menyerang ujung dan sisi daun, kemudian meluas ke seluruh permukaan daun hingga ke tangkai daun.

Tanaman yang terserang penyakit ini harus segera dicabut dan dibakar, jangan dikubur. Gunakan varietas unggul dan bebas jamur. Hampir mirip dengan Layu Fusarium, namun dengan penyebab yang berbeda. Pengendalian dan pencegahannya sama, yaitu dengan menggunakan GLIO yang ditaburkan diseputar tanaman.

3. Busuk buah

Busuk buah disebabkan oleh cendawan Thanatephorus Cucumeris. Buah yang terserang akan terlihat bercak kecil berwarna coklat, kemudian akan membesar, cekung, dan bagian tengahnya retak. Selain itu ada busuk buah yang disebabkan oleh cendawan Colletotrichum Coccodes. Gejalanya terdapat bercak kecil berair, membulat, dan cekung. Pada pangkal buah dekat tangkai terdapat bercak ungu.

Pengendalian penyakit ini adalah dengan menggunakan benih resisten. Sisa tanaman yang sakit tidak boleh dipendam tapi harus dibakar untuk memutus siklus hidup cendawan. Gunakan air untuk menopang tanaman tomat agar buah tidak menyentuh tanah. Pengendalian nya dilakukan dengan cara, menyemprotkan GLIO setelah disaring terlebih dahulu, dan dengan cara dikocorkan di seputar tanaman.

4. Bercak bakteri

Penyakit bercak bakteri disebabkan oleh Xanthomonas Vesicatoria. Penyakit ini bisa menyerang buah, daun, dan batang tanaman tomat. Pada buah pada mulanya terlihat bercak berair akan berubah menjadi bercak bergabus. Daun yang terserang akan terlihat keriting dan mengering. Sedangkan batang yang terserang akan terlihat kerang memanjang berwarna ke abu-abuan.

Cara mengendalikannya dapat dilakukan dengan memilih benih unggul yang bebas penyakit. Rotasi tanaman dengan yang berbeda keluarga bias membantu menekan resiko serangan. Tanaman yang terserang dicabut dan dibakar. Ini juga bakteri yang sering menyerang pada tanaman tomat. Dapat dicegah dan dikendalikan dengan menggunakan campuran GLIO dan CORRIN dengan cara disemprotkan .

Semoga informasi ini bermanfaat, sehingga Anda lebih waspada untuk mencegah hama dan penyakit dating menyerang tanaman tomat Anda.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *